Mitos dan Fakta Kehamilan

Focus On Facts

Bun, ternyata masih banyak loh yang bertanya-tanya tentang mitos seputar kehamilan. Misalnya seperti “Minum air kelapa akan membuat bayi yang dilahirkan terlihat bersih” atau “Minyak kelapa dapat mempermudah persalinan”. Tidak semua mitos itu benar adanya loh Bun. Maka dari itu, kita akan membahas mitos dan fakta selama kehamilan.

  • Mitos :  Makan nanas dapat menyebabkan keguguran. Faktanya : Buah nanas mempunyai kandungan serat dan vitamin C yang sangat tinggi. Vitamin pastinya sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk menjaga daya tahan tubuhnya dan juga si kecil yang ada dalam kandungan. Sedangkan serat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatan pencernaan. Namun, bagi ibu hamil yang tidak tahan rasa asam, nanas akan menimbulkan masalah pencernaan dan terkadang rasa mual. Makan nanas bagi ibu hamil boleh-boleh saja, namun harus menghindari makan nanas muda dan rasa nanas yang sangat asam karena itu dapat mengganggu janin.
  • Mitos :  Tabu membeli perlengkapan bayi sebelum usia kehamilan mencapai 7 bulan. Faktanya : Memasuki bulan ketujuh sampai kesembilan, beban ditubuh ibu hamil akan semakin berat karena perut akan semakin besar. Mendekati hari persalinan, kemungkinan besar Bunda sudah tidak nyaman berlama-lama berdiri apalagi berjalan. Jadi sebaiknya siapkan perlengkapan bayi yang dibutuhkan selagi Bunda masih cukup nyaman untuk berjalan. Tidak perlu seluruhnya, yang penting-penting saja dulu. Jika semuanya harus dibeli menjelang persalinan atau sesudah si kecil lahir, tentu itu sangat merepotkan.

  • Mitos : Jika ibu hamil senang berdandan, maka bayi yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan. Faktanya : Jenis kelamin bayi tergantung dari kromosom yang diturunkan dari orang tuanya. Jika kromosom X dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayi yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan. Namun, jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya laki-laki. Jadi, senang tidaknya berdandan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi yang dikandungnya.
  • Mitos :  Makan ikan mentah membuat bayi berbau amis. Faktanya : Bayi yang baru saja lahir dan belum dibersihkan memang sedikit berbau amis. Namun, bau amis ini muncul bukan karena ikan yang dikonsumsi, melainkan karena bau cairan ketuban. Meskipun demikian, sebaiknya jangan mengonsumsi ikan mentah karena ikan mentah tidak terjaga kebersihannya sehingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit.
  • Mitos :  Banyak minum susu akan membuat kulit bayi putih. Faktanya : Warna kulit bayi ditentukan oleh pigmen yang membentuk kulit. Pigmen ini terkait dengan faktor genetik ibu dan ayah si bayi. Susu tidak membuat bayi menjadi putih. Tetapi, susu banyak mengandung zat gizi yang diperlukan oleh janin sehingga membantu pertumbuhan dan perkembangannya.
  • Mitos :  Makan garam menyebabkan kaki bengkak. Faktanya : Garam tidak menyebabkan kaki bengkak. Namun, pada kehamilan dengan hipertensi, mengonsumsi garam menambah tingginya tekanan darah tinggi. Hal ini sangat berbahaya bagi kehamilan. Adapun bengkaknya kaki disebabkan oleh aliran darah di pembuluh darah balik yang kurang lancar pada saat Bunda hamil.
  • Mitos : Minum air kelapa membuat bayi yang dilahirkan terlihat bersih. Faktanya : Belum ada penelitian yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tetapi, air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih. Minum air kelapa hijau efeknya bukan agar kulit bayi putih, tetapi lebih kepada bersih saat dilahirkan karena dapat mengurangi lendir.
  • Mitos :  Minyak kelapa dapat mempermudah persalinan. Faktanya : Minyak kelapa memang dapat membuat lancar dan licin. Tetapi dalam dunia kedokteran, minyak kelapa tidak ada gunanya sama sekali dalam memperlancar persalinan. Mungkin secara psikologis, dengan meminum minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya. Jika itu demi ketenangan psikologisnya, dipersilahkan saja karena minyak kelapa bukan racun dan tidak menimbulkan efek samping.
Kelas Bunda

Leave a Reply